Beberapa wanita mengalami berbagai gejala selama kehamilan, seperti mual, muntah, sering buang air kecil, pusing, dan kelelahan. Meskipun gejala kehamilan berbeda-beda pada setiap orang, mual dan muntah dapat menjadi salah satu keluhan yang paling umum dan bahkan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.
Mual selama kehamilan biasanya terjadi pada tahap awal kehamilan. Tidak hanya itu, kehamilan yang baru dijalani ini juga dapat menyebabkan ibu menjadi lebih sensitif terhadap bau-bauan, dan tidak jarang pula yang menolak untuk makan saat hamil karena mual.
#Penyebab mual selama kehamilan
Mual adalah salah satu gejala kehamilan yang paling umum. Tidak heran jika banyak wanita yang menganggap mual dan muntah sebagai tanda pasti bahwa bayi mereka ada di dalam rahim. Ada juga penjelasan logis untuk mual pada awal kehamilan.
Hal ini karena janin masih tumbuh di dalam rahim dan perubahan hormon hCG dan estrogen menyebabkan rasa mual. Selama kehamilan, indera penciuman dan saluran pencernaan menjadi lebih sensitif, dan tekanan emosional serta stres kehamilan membuat mual lebih mungkin terjadi.
Mual juga dapat disebabkan oleh kadar gula darah yang rendah. Di sini kita akan melihat hubungan antara gula darah rendah dan mual: penyebab dan pencegahan mual di pagi hari.
Namun jangan khawatir, keluhan ini akan berkurang dan hilang pada trimester kedua dan ketiga kehamilan, karena tubuh Bunda sudah dapat beradaptasi dengan kehadiran bayi.
#Apakah normal mengalami mual selama kehamilan?
Mual dan muntah, yang juga dikenal sebagai 'morning sickness', merupakan hal yang normal dialami oleh seorang ibu yang sedang menantikan kelahiran bayinya. Namun, meskipun ini bukan merupakan kriteria mutlak, gejalanya biasanya meningkat di pagi hari dan mereda pada malam hari. Namun, ketika mual dan muntah menjadi sangat parah sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari, para ibu harus waspada.
#Apa akibat dari mual dan muntah yang parah selama kehamilan?
Mual dan muntah merupakan hal yang wajar terjadi selama kehamilan, namun mual dan muntah yang berlebihan tidak baik bagi ibu maupun perkembangan janin. Saat muntah, makanan yang masuk ke dalam perut ibu akan keluar lagi sebelum nutrisinya terserap. Ini berarti ibu mengalami kekurangan gizi, yang dapat mempengaruhi perkembangan janin. Kondisi ini dikenal dalam istilah medis sebagai hyperemesis gravidarum.
Penting juga untuk memperhatikan apakah muntahan berwarna kuning. Hal ini menandakan bahwa ibu sedang mengalami gangguan kesehatan.
#Apa yang dimaksud dengan hyperemesis gravidarum?
Hiperemesis gravidarum adalah suatu kondisi yang mencerminkan mual dan muntah yang berlebihan, penurunan berat badan yang cepat, dan gangguan elektrolit dalam tubuh. Kondisi ini dapat secara signifikan memengaruhi penyerapan nutrisi oleh janin.
Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter Anda dan jangan coba-coba mengatasinya dengan minum obat tanpa resep khusus. Anda biasanya akan disarankan untuk mengonsumsi suplemen nutrisi intravena dan perlu dirawat inap di rumah sakit agar staf medis dapat memantau kondisi Anda.
Namun, jangan samakan kondisi ini dengan mual pada kehamilan normal. Pada hyperemesis gravidarum, mual selalu disertai dengan muntah, dehidrasi, dan ketidakmampuan untuk mengonsumsi makanan apa pun.
Gejala lain seperti berkurangnya buang air kecil, penurunan berat badan yang cepat, pingsan, tubuh menguning, tekanan darah rendah, detak jantung yang sangat cepat, dan depresi juga dapat menjadi tanda awal hyperemesis gravidarum.
#Bagaimana cara mengendalikan mual selama kehamilan?
Mual saat hamil memang tidak menyenangkan, terutama bila disertai dengan muntah, pusing, dan kelelahan. Apalagi jika kondisi ini terkait erat dengan kehamilan. Namun, mual saat hamil sebaiknya dihindari untuk mencegah berkembangnya masalah yang lebih kompleks.
Namun, demi bayi yang akan dilahirkan, Bunda harus mengatasi mual dan tetap mengonsumsi berbagai makanan yang kaya akan nutrisi baik yang penting untuk tumbuh kembang janin. Untuk mengurangi rasa mual yang sering terjadi di awal kehamilan, Bunda dapat melakukan beberapa langkah berikut ini:
1. Makan lebih sedikit
Ini bukan tentang mengurangi jumlah makanan yang dimakan per hari. Ini adalah tentang meningkatkan frekuensi makan dengan porsi kecil. Mual dapat membuat ibu hamil ingin makan makanan yang tinggi karbohidrat, tetapi makanan terbaik untuk mengurangi ketidaknyamanan ini adalah makanan yang tinggi protein. Namun, makanlah dengan perlahan dan seimbangkan nutrisi untuk memastikan bayi tumbuh secara optimal di dalam rahim.
2. Susu ibu hamil
Para ibu mungkin berpikir bahwa susu kehamilan dapat memperburuk rasa mual. Tetapi ada susu anti mual yang diformulasikan secara khusus untuk para ibu yang mengalami mual dan muntah di awal kehamilan.
Susu ini biasanya mengandung vitamin B6 dan protein yang sangat efektif untuk mengurangi rasa mual. Susu formula anti mual juga mengandung asam folat, kalsium dan zat besi yang dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan janin setiap harinya.
3. Hindari stres yang berlebihan selama kehamilan
Saat hamil, perubahan pikiran yang positif dapat membantu meringankan intensitas mual. Hal ini karena ketika ibu stres, hormon mereka menjadi tidak seimbang sehingga memperburuk rasa mual saat hamil.
4. Aromaterapi dapat membantu Anda tenang
Hanya sedikit orang yang tahu bahwa aromaterapi dapat membantu meringankan rasa mual selama kehamilan. Ini karena aroma aromaterapi dapat menenangkan tubuh dan menjernihkan pikiran. Pilihlah aroma yang Anda sukai dan kenakanlah, terutama saat Anda sedang bersantai.
5. Hindari aktivitas berat
Wanita hamil disarankan untuk menghindari aktivitas fisik yang menguras energi berlebih. Kelelahan dapat menyebabkan mual dan muntah pada wanita hamil. Wanita hamil membutuhkan banyak energi untuk memastikan perkembangan bayi di dalam rahim yang sempurna.
Oleh karena itu, setiap kombinasi aktivitas yang menguras terlalu banyak energi secara otomatis akan menyebabkan rasa mual yang ekstrem.
Untuk menghindari morning sickness dan mual muntah saat hamil, Bunda dapat mengikuti beberapa cara yang telah disebutkan di atas. Jika Anda mengetahui penyebab morning sickness dan cara mengatasinya, Anda tidak perlu khawatir hal tersebut akan membahayakan janin Anda. Berjalanlah di sekitar rumah untuk mendapatkan udara segar dan jangan berbaring setelah makan. Anda juga disarankan untuk menghindari makanan cepat saji yang berlemak, pedas, asam, atau mengandung kolesterol, karena makanan tersebut sulit dicerna dan menyebabkan mual. Rasa mual akan menyerang, tetapi nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin akan terjaga.
