Hormon-hormon ini memiliki efek samping dan juga manfaat. Lalu apa sajakah hormon itu, dan apa manfaatnya untuk tubuh. Simk pembahasan lengkapnya disini.
1. Hormon human chorionic gonadotropin (hCG)
Hormon human chorionic gonadotropin (hCG) adalah hormon yang aktif pada awal kehamilan. Hormon ini diproduksi di plasenta. Konsentrasi hCG meningkat mulai hari ke-8 setelah ovulasi dan lebih tinggi setelah 60-90 hari. Hormon hCG juga membantu mempertahankan kehamilan dan perkembangan janin.
Oleh karena itu, kadar hCG perlu dijaga agar tetap stabil. Kadar hCG yang terlalu rendah dapat menjadi pertanda keguguran, kematian bayi di dalam kandungan atau kehamilan ektopik. Sebaliknya, kadar hCG yang terlalu tinggi dapat menjadi tanda efek samping sindrom Down, kehamilan anggur, atau kehamilan kembar.
Hormon hCG bekerja sebagai berikut:
- Merangsang produksi estrogen dan progesteron.
- Menekan sistem kekebalan tubuh untuk mendukung perkembangan bayi dan membantu rahim mempersiapkan diri untuk menerima bayi.
- Hormon HCG juga memberi sinyal pada ovarium untuk berhenti memproduksi sel telur selama kehamilan.
Efek samping dari hormon hCG meliputi:
- Kadar hCG yang lebih tinggi dapat menyebabkan mual dan memperburuk mual di pagi hari.
- Indera penciuman ibu menjadi lebih sensitif dan rasa mual meningkat.
2. Estrogen
Sebelum pembuahan, hormon estrogen sudah ada pada ibu dan kadarnya meningkat selama kehamilan, sehingga menyebabkan mual di awal kehamilan.
Fungsi hormon estrogen selama kehamilan meliputi
- Menciptakan pembuluh darah baru untuk menyalurkan nutrisi dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.
- Meningkatkan aliran darah dalam tubuh dan mengatur produksi progesteron dan hormon lain yang dibutuhkan oleh tubuh.
- Membantu rahim untuk tumbuh dan melindungi kehamilan dari keguguran.
- Memainkan peran penting dalam perkembangan organ vital bayi seperti hati dan paru-paru.
- Membuat kulit ibu lebih bercahaya, bersinar dan sehat.
Peningkatan kadar estrogen juga menyebabkan perubahan pada lendir serviks.
Efek samping dari estrogen, yaitu saat terjadinya proses peningkatan aliran darah untuk memberikan nutrisi kepada bayi, dapat meliputi :
- Nyeri atau sakit pada payudara
- Peningkatan aliran darah dapat menyebabkan pembengkakan pada mukosa hidung, yang menyebabkan hidung tersumbat.
- Lebih sering pergi ke toilet karena rahim menekan kandung kemih dan ginjal memproduksi lebih banyak urin.
Terlepas dari efek sampingnya, hormon ini memiliki peran penting dalam kehamilan.
3. Progesteron
Seperti halnya estrogen, hormon progesteron sudah ada sebelum kehamilan. Namun, kadar hormon ini lebih tinggi selama kehamilan. Bagi wanita hamil, hormon progesteron menawarkan manfaat sebagai berikut:
- Melindungi sistem kekebalan tubuh, terutama yang berkaitan dengan bayi yang sedang berkembang di dalam rahim.
- Melemaskan otot-otot rahim dan mempertahankan ketebalan dinding rahim selama perkembangan bayi.
- Mempersiapkan payudara untuk mengeluarkan ASI.
Sayangnya, progesteron memiliki efek samping dan dapat menyebabkan mulas, mual, pusing, sembelit, dan pertumbuhan rambut halus pada payudara dan perut pada awal kehamilan.
4. Human Placental Lactogen (hPL)
Human Placental Lactogen (hPL), juga dikenal sebagai human chorionic somatomammotropin, adalah hormon yang berperan penting dalam menyediakan nutrisi penting bagi bayi dan menstimulasi kelenjar susu pada payudara. Hormon ini diproduksi di plasenta sejak minggu kedua kehamilan.
Fungsi dan efek samping dari hormon hPL yaitu:
- Tubuh ibu menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Hal ini menyebabkan kelebihan pasokan glukosa dan sisanya tetap berada di dalam darah ibu, sehingga meningkatkan risiko diabetes.
- Memberikan energi kepada bayi yang sedang berkembang di dalam rahim.
- Merangsang kelenjar susu pada payudara, sehingga ibu dapat menyusui segera setelah lahir.
5. Prolaktin
Hormon prolaktin biasanya muncul pada pertengahan kehamilan dan diperlukan untuk produksi ASI yang melimpah. Jumlah hormon ini meningkat 10-20 kali lipat pada pertengahan kehamilan. Prolaktin ini juga terlibat dalam produksi kolostrum, cairan pertama yang dikeluarkan oleh kelenjar susu dan sangat penting bagi bayi baru lahir.
6. Relaxin
Fungsi hormon relaksin selama kehamilan adalah untuk mengatur rahim dan lapisan rahim, membuat dinding rahim lebih rileks dan mencegah kontraksi rahim. Hormon ini berperan penting dalam mempertahankan kehamilan dan mencegah keguguran.
Selama persalinan, hormon relaxin melembutkan leher rahim dan membuat ligamen panggul lebih fleksibel, sehingga memfasilitasi kelahiran normal.
Meskipun relaxin memiliki keuntungan dalam membantu persalinan, namun memiliki efek samping berupa disfungsi simfisis pubis pada beberapa wanita hamil. Gejalanya meliputi rasa sakit di bagian tengah panggul, nyeri punggung bawah, nyeri paha, kesulitan naik dan turun tangga dan kesulitan untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman.
Selain itu, relaxin dapat melemaskan tulang belakang dan menyebabkan pecahnya selaput ketuban, yang menyebabkan persalinan prematur.
7. Oksitosin
Oksitosin biasanya diproduksi di dalam tubuh pada pertengahan kehamilan dan dikenal sebagai hormon cinta dan kebahagiaan. Fungsinya untuk memperkuat ikatan antara ibu dan bayi, meregangkan leher rahim selama persalinan dan merangsang puting susu untuk memproduksi ASI. Sayangnya, hormon ini memiliki efek samping memicu persalinan, yang dapat menyebabkan kelahiran prematur.
