Tumbuh & Kembang Bayi 1 Bulan, Sudah Bisa Apa Ya?

Perkembangan Bayi 1 Bulan

Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia satu bulan? Meskipun tubuhnya masih sangat kecil dan banyak menghabiskan waktu untuk tidur, bayi berusia satu bulan sudah menunjukkan banyak perkembangan. Di antaranya, Si Kecil sudah bisa mendengar, melihat, dan mencium bau orangtuanya.

Apa saja perkembangan lain yang terjadi pada bayi berusia satu bulan? Cari tahu lebih lanjut dalam artikel ini dan pelajari cara mendorong bayi Anda untuk mengoptimalkan perkembangannya.

#Berat Badan dan Tinggi Badan Bayi 1 Bulan

Salah satu perkembangan yang paling terlihat pada bulan pertama kehidupan bayi adalah pertambahan tinggi dan berat badannya.

Berhasil atau tidaknya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sejak lahir hingga usia satu bulan dapat dilihat dari pertambahan berat badan bayi. Pertambahan berat badan bayi usia satu bulan sejak lahir adalah sekitar 800g.

Nah, pada tahun 2024, menurut standar antropometri Kementerian Kesehatan RI, standar tinggi dan berat badan bayi usia satu bulan adalah sebagai berikut:

  • Bayi laki-laki berusia satu bulan memiliki berat badan 3,4 - 5,1 kg dengan tinggi badan sekitar 50,8 - 56,7 cm.
  • Bayi perempuan berusia satu bulan memiliki berat 3,2 - 4,8 kg dan tinggi badan 49,8 - 55,6 cm.

Biasanya, bayi dilahirkan dengan cairan ekstra dan kehilangan hingga 10 persen dari berat badan lahirnya dalam beberapa hari pertama kehidupan setelah ia di lahirkan.

Namun, pada minggu kedua atau ketiga, bayi akan kembali ke berat lahirnya, dan bertambah sekitar 14 hingga 28 gram sehari dan mencapai berat badan idealnya setelah sebulan.

Ingatlah untuk melakukan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan secara teratur di Posyandu, pusat kesehatan, dan rumah sakit untuk memantau perkembangan fisik bayi Anda di bulan pertama kehidupannya, termasuk penambahan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala.

#Bayi Berusia 1 Bulan Bisa Apa?

Hingga usia satu bulan, bayi baru lahir biasanya lebih banyak tidur daripada bermain. Menurut National Sleep Foundation, bayi baru lahir dapat tidur setidaknya 14-17 jam sehari.

Namun demikian, di bulan pertama kehidupannya, bayi dapat melakukan hal-hal yang membuat ayah dan ibunya tersenyum bangga. Apa sajakah hal-hal tersebut?

1. Menunjukkan ekspresi wajah

Bayi di bulan pertama kehidupan mungkin tidak terlalu sensitif. Namun, pada usia ini mereka mungkin menunjukkan beberapa ekspresi wajah. Bibir cemberut, alis terangkat atau berkerut, mata melebar atau menyipit. Lucu, bukan?

2. Mengenali bau badan ibu

Indera penciuman bayi pada bulan pertama kehidupannya juga merupakan bagian yang menarik dari pertumbuhan dan perkembangannya.

Hal ini karena bayi sudah bisa mengenali bau sejak usia satu bulan. Secara khusus, mereka dapat mengenali bau badan ibu mereka, yang merupakan orang terdekatnya sejak dalam kandungan.

Tidak hanya itu, bayi juga dapat mengenali bau ASI. Jadi jangan heran jika bayi Anda berusaha mencari puting susu ibunya dan mengisapnya saat ia lapar.

3. Pengenalan dan respons suara

Indera penciuman serta indra pendengaran bayi mulai berkembang di bulan ini. Ini berarti bahwa pada usia satu bulan, bayi dapat dengan jelas mendengar suara orang tuanya, terutama orang tuanya sendiri. Hal ini sebagian karena ia sudah terbiasa mendengar suara orang tuanya sejak dalam kandungan.

Bayi berusia satu bulan juga dapat bereaksi terhadap suara dengan caranya sendiri. Misalnya, mereka mungkin bereaksi terhadap suara keras dengan menggoyangkan kaki mereka atau menangis seolah-olah terkejut.

Oleh karena itu, jika bayi tidak bereaksi terhadap suara keras, ibu harus memberi tahu dokter dan meminta pemeriksaan terperinci.

4. Mampu melihat dengan baik

Penglihatan bayi berkembang dengan cepat pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Selama periode ini, si kecil suka melihat pola kontras tinggi, terutama pola hitam dan putih.

Bayi dapat melihat berbagai benda di sekelilingnya pada jarak sekitar 20-30 cm dari wajahnya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika bayi suka melihat lebih dekat ke wajah orang tua mereka, khususnya saat ibu mereka menyusui.

Bayi juga bisa mengikuti gerakan benda-benda di depannya. Cobalah gerakkan wajah Anda sendiri di depan wajah bayi. Kemudian perhatikan mata bayi mengikuti gerakan wajah ibu. Jika ibu tiba-tiba menghilang dari pandangan, bayi dapat mengikuti gerakannya untuk mengetahui ke mana ibu pergi.

Orang tua juga dapat menggunakan mainan yang bergerak dan membiarkan anak bermain dengan mainan tersebut di depan wajah mereka. Amati mata bayi saat mereka mengikuti gerakan mainan tersebut.

Jika mata anak Anda menyipit selama bulan pertama ini, jangan panik dulu. Hal ini normal terjadi pada bayi di bulan pertama kehidupannya, karena kontrol mata bayi yang baru lahir belum sepenuhnya terbentuk.

Biasanya, gejala ini akan sembuh dengan sendirinya saat ia berusia dua hingga tiga bulan. Namun, jika memburuk, segera konsultasikan dengan dokter.

5. Menunjukan refleks

Semua bayi baru lahir dapat menunjukan refleks mereka, seperti refleks terkejut (moro), eksplorasi, menghisap, dan menggenggam, terus muncul sebagai bagian dari perkembangan bayi selama bulan pertama kehidupannya. 

Sebagian besar refleks bayi baru lahir biasanya menghilang ketika Si Kecil berusia sekitar tiga bulan.

6. Mengangkat kepala

Selama bulan pertama kehidupan, otot-otot di leher bayi menjadi lebih kuat. Terutama jika Bunda menjaga bayi dalam posisi tegak saat bayi berbaring, bayi akan mampu mengangkat kepalanya untuk sementara waktu.

Biarkan ia berbaring tengkurap atau di tempat tidur dan lanjutkan aktivitas tummy time. Langkah ini sangat dianjurkan karena merupakan cara yang baik untuk mendorong kemampuan Si Kecil mengangkat kepalanya dalam waktu yang lama dan menggerakkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain.

7. Mengoceh

Apa lagi yang terjadi pada perkembangan bayi usia satu bulan? Hal menarik berikutnya yang bisa Bunda lihat adalah ocehan Si Kecil. Ketika Si Kecil sedang dalam suasana hati yang baik, ia akan mengoceh dengan suara kecil.

Beberapa bayi bahkan mungkin 'merespons' suara Anda dengan mengoceh dan tersenyum.

Anda akan merasa bangga melihat bayi Anda tumbuh dan berkembang. Anda juga dapat melihat perkembangan bayi Anda berdasarkan usia di Catatan Perkembangan.

#Cara Menstimulasi Perkembangan Bayi Berusia 1 Bulan

Untuk memastikan perkembangan optimal bayi berusia satu bulan, Bunda harus memberikan dukungan terbaik di berbagai bidang, termasuk perkembangan emosional, bahasa, dan kognitif melalui stimulasi serta nutrisi yang tepat.

Jadi, stimulasi seperti apa yang dapat diberikan untuk bayi di bulan pertama kehidupannya? Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Melatih Tengkurap (Tummy Time)

Melatih bayi tengkurap (tummy time) merupakan salah satu bentuk stimulasi yang dapat Anda lakukan di rumah untuk bayi berusia satu bulan.

Disarankan agar bayi tidur tengkurap selama 3-5 menit selama dua atau tiga kali sehari.

Baringkan bayi di atas permukaan yang rata dan bersih, seperti lantai dengan selimut, dan letakkan telentang. Bayi akan secara otomatis mencoba mengangkat kepala dan lehernya.

Letakkan berbagai mainan yang menarik di dekatnya dan dorong bayi untuk meraih dan mencoba mengambil mainan tersebut. Awasi dia saat dia belajar tengkurap.

2. Sering Disentuh

Bayi sangat senang jika sering disentuh oleh ibunya. Stimulasi ini membuat mereka merasa sangat aman, tenang dan dicintai.

Cobalah untuk membawa bayi Anda bersentuhan langsung dengan kulit Anda dengan menggendong, memeluk, mencium, membelai, dan memijat dengan lembut.

3. Bicaralah dengan bayi Anda

Mengembangkan kemampuan komunikasi bayi Anda sangat penting untuk mengembangkan kemampuan bahasanya. Ya, Anda dapat mulai memberikan latihan bicara pada bayi Anda sejak usia satu bulan.

Meskipun ia belum dapat merespon secara verbal, biasakanlah untuk membiarkannya mendengar Bunda atau Ayah berbicara dengannya. Misalnya, beri tahu mereka apa yang akan Anda lakukan hari ini, apa yang akan Anda lakukan saat memandikannya, apa yang akan Anda lakukan saat mengganti popoknya, dll.

Saat berbicara dengan bayi, orang tua dapat melakukan kontak mata yang penuh kasih.

4. Tersenyum pada bayi

Orang tua selalu dapat mencoba tersenyum saat melakukan kontak mata dengan bayi mereka. Ketika bayi melihat Anda tersenyum, ia akan melepaskan hormon alami dalam tubuhnya yang membuatnya merasa aman dan rileks. Tidak hanya itu, tersenyum pada bayi mendukung perkembangan otak bayi dan menciptakan ikatan yang kuat dengan ibu. Dengan demikian, bayi pada akhirnya akan terstimulasi untuk membalas senyuman.

5. Beri mereka mainan gantung

Cara menstimulasi bayi satu bulan berikutnya adalah dengan memberikan mainan gantung yang bisa digerakkan. Letakkan di atas ranjang bayi atau di sampingnya ketika bayi sudah bisa tidur telentang.

Mainan yang bisa digerakkan atau digantung akan menarik perhatian bayi dan menstimulasi penglihatannya. Dengan mainan ini, Anda juga dapat menstimulasi kemampuan motoriknya untuk meraih benda-benda.

6. Menggerakkan kaki bayi seperti mengendarai sepeda

Menggerakkan kaki seperti mengayuh sepeda dikatakan dapat memperkuat otot-otot kaki dan memungkinkan bayi merangkak dan berjalan.

Berikan stimulasi ini kepada bayi Anda selama beberapa menit setiap hari selama bulan pertama kehidupannya.

#Tips Menyusui Bagi Bayi Berusia 1 Bulan

Untuk bunda berikan bayi anda cukup dengan ASI saja. Karena ASI menyediakan semua nutrisi penting sampai bayi Anda setidaknya berusia enam bulan!

Karena ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk anak yang sedang tumbuh, WHO dan IDAI sepakat bahwa menyusui harus dilanjutkan sampai anak berusia dua tahun.

Bayi pada usia 1 bulan, harus disusui lebih sering daripada minggu-minggu sebelumnya. Lalu Seberapa sering sih bayi berusia satu bulan harus disusui tiap jamnya? Jawabannya adalah setiap 2 - 3 jam sekali.

Jadi bunda harus menyusui sekitar 8-12 kali sehari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi anda.

Kualitas ASI sangat dipengaruhi oleh asupan makanan dan kondisi fisik ibu. Oleh karena itu, bunda harus tetap mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang selama menyusui untuk memastikan bahwa ASI tetap dalam kondisi yang baik untuk bayi.

Disarankan bunda mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi seperti protein, karbohidrat kompleks, kolin, vitamin dan zat besi.

Ada beberapa hal lain yang harus Bunda perhatikan bersama bayi anda. Segera konsultasikan dengan dokter jika bayi Anda menunjukkan gejala-gejala berikut ini:

  • Bayi tidak mau menyusu dengan baik.
  • Bayi tidur lebih dari 16 jam sehari.
  • Kurangnya gerakan pada anggota tubuh seperti tangan dan kakinya.
  • Bayi tidak bereaksi saat melihat orang tua.
  • Bayi tidak menangis atau mengeluarkan suara.
  • Bayi tidak terkejut dengan suara keras.

Hal-hal tersebut mengindikasikan bahwa bayi memiliki kecacatan atau masalah kesehatan yang menghambat pertumbuhan dan perkembangannya.

Demikian pula, jika ada tanda-tanda mencurigakan lainnya yang berkaitan dengan tumbuh kembang. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak Anda. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi bunda!

Semoga bayi Anda mendapatkan yang terbaik dalam setiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya!

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak