Kenali Jenis dan Manfaat Pemeriksaan USG

USG Kehamilan

Devya.Id. Ultrasonografi atau USG merupakan salah satu tes yang direkomendasikan untuk memeriksa kondisi ibu hamil. Namun, USG tidak hanya untuk wanita hamil, tetapi juga dapat membantu mendeteksi kelainan pada tubuh, termasuk yang berhubungan dengan organ reproduksi wanita. Ultrasonografi memungkinkan dokter untuk melihat gambar dan video bagian dalam tubuh dan janin dengan menggunakan gelombang frekuensi tinggi.

Pemindaian kehamilan dengan USG biasanya dilakukan untuk pertama kalinya antara usia kehamilan 4 - 6 minggu. Pada saat itu, kantung kehamilan sudah terlihat. Biasanya diperlukan waktu sedikit lebih lama lagi, untuk memastikan bentuk, ukuran, dan detak jantung janin dengan USG, dan biasanya 7 minggu atau lebih.

Pemeriksaan USG atau ultrasonografi dapat dilakukan dengan aman selama dilakukan dengan benar. Pemeriksaan ultrasonografi tidak mengandung radiasi seperti sinar-X. Namun, pemeriksaan ultrasonografi paling baik dilakukan hanya oleh dokter atau tenaga kesehatan yang berkualifikasi.

#Jenis dan Manfaat Ultrasonografi (USG)

Saat ini terdapat berbagai jenis pemeriksaan ultrasonografi selama kehamilan, termasuk ultrasonografi transvaginal dan abdomen, yang umumnya dikenal sebagai ultrasonografi 2D, ultrasonografi 3D, ultrasonografi 4D, dan ekokardiografi janin. 

Apa saja perbedaan di antara keempat jenis pemeriksaan tersebut? Mari kita bahas satu per satu.

1. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) Transvaginal

Ultrasonografi transvaginal adalah prosedur di mana probe sepanjang 5-7 cm dimasukkan ke dalam vagina untuk memeriksa organ reproduksi wanita. Probe menghasilkan gambar organ-organ di dalam tubuh ibu pada layar monitor. Ultrasonografi transvaginal biasanya dilakukan pada awal kehamilan. USG transvaginal juga memiliki keuntungan untuk memeriksa organ reproduksi seperti saluran tuba, ovarium, dan leher rahim untuk mengetahui adanya kelainan.

Manfaat lain dari USG transvaginal antara lain untuk mendeteksi apakah kehamilan ibu normal atau terjadi di luar rahim, mendeteksi kehamilan ektopik, kondisi berbahaya di mana jantung tumbuh di luar tubuh bayi, serta mendeteksi risiko dan potensi keguguran. 

Seperti yang di rilis prenagen.com, kisaran harga untuk pemeriksaan USG transvaginal adalah antara Rp. 250.000,- hingga Rp. 750.000,- tergantung lokasi rumah sakit.

2. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) Abdomen

Ultrasonografi (USG) Abdomen atau USG perut biasanya dilakukan saat usia kehamilan mencapai 10 minggu atau lebih. Metode pemeriksaan USG Abdomen tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan USG transvaginal. 

Ultrasonografi abdomen dilakukan di luar perut dengan mengoleskan gel ke seluruh perut. Sebuah batang yang disebut transduser kemudian digerakkan ke lokasi tertentu pada perut untuk mengambil gambar organ dalam.

Sering kali orang mengira bahwa USG perut hanya digunakan untuk melihat jenis kelamin dan berat badan janin. Faktanya, tes ini juga dapat mendeteksi kelainan pada bentuk dan kromosom bayi. 

Misalnya, tes ini dapat memeriksa Sindrom Down, Sindrom Edwards, dan Sindrom Patau, serta fungsi organ dalam rahim dan kesehatan bayi. 

Ada berbagai pilihan USG perut yang dapat dicoba oleh para ibu, mulai dari gambar hitam putih hingga gambar nyata janin di dalam rahim, yang dikenal sebagai USG 2D sampai USG 5D. Namun, apa perbedaan antara USG 2D, 3D, 4D, hingga 5D? Berikut ini penjelasan dan panduan biayanya.

1. Ultrasonografi (USG) 2D

USG 2D adalah jenis pemeriksaan USG perut standar yang biasanya digunakan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk memeriksa rahim. Pemeriksaan ini masih digunakan sebagai alat pencitraan, terutama pada awal kehamilan. 

Meskipun hanya menghasilkan gambar hitam putih, pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mendeteksi ukuran bayi, jumlah cairan ketuban, dan kelainan fisik janin di dalam rahim. Jika dicurigai adanya kelainan, dokter biasanya akan merekomendasikan tindak lanjut dengan pemeriksaan USG 3D atau 4D. 

Sebagian besar rumah sakit mengenakan biaya Rp 200.000 hingga Rp 400.000 untuk USG 2D.

2. Ultrasonografi (USG) 3D

Pemeriksaan USG 3D abdomen pada dasarnya sama dengan USG 2D. Perbedaannya gambar yang ditampilkan lebih jelas dibandingkan dari hasil USG 2D. Pada pemeriksaan 3D, gambar yang ditampilkan adalah gambar statis atau gambar diam. 

Keuntungannya, dokter dan ibu dapat melihat perkembangan janin secara lebih detail, hingga ke organ-organ internal. Oleh karena itu, pemindaian USG 3D dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan pada organ janin di dalam rahim.

Pemindaian USG 3D yang lebih detail memungkinkan ibu untuk mengetahui rencana perawatan yang diperlukan jika terjadi kelainan, misalnya saat memastikan diagnosis bibir sumbing atau kelainan jantung. 

Menurut prenagen.com, kisaran harga yang ditawarkan untuk USG 3D adalah sekitar Rp. 300.000,- hingga Rp. 800.000,-. Di beberapa rumah sakit, harganya bahkan berkisar antara Rp. 1.000.000,-.

3. Ultrasonografi (USG) 4D

Dengan USG 4D abdomen, gambar bayi di dalam kandungan bisa lebih detail, akurat dan bergerak seperti film. Pemeriksaan ini juga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai anggota tubuh dan gerakan janin di dalam rahim. 

Selain itu, USG 4D memungkinkan ibu untuk melihat anaknya tersenyum, berkedip, dan melakukan gerakan lainnya. Seperti halnya USG 3D, waktu yang disarankan untuk USG ini adalah antara 24 - 32 minggu kehamilan.

USG 4D juga dapat membantu mendeteksi kemungkinan gangguan atau kelainan janin dan kondisi organ janin. Hal ini memungkinkan dokter untuk mengambil langkah penanganan segera. Sayangnya, tidak semua orang dapat melakukan pemeriksaan USG 4D. Hal ini dikarenakan pemeriksaan ini hanya dapat dilakukan oleh ibu hamil yang memiliki indikasi medis dan mengikuti anjuran dokter.

Biaya pemindaian USG berkisar antara Rp 300.000,- hingga Rp 800.000,-. Namun, beberapa rumah sakit menawarkan paket mulai dari Rp 500.000,- hingga Rp 1.000.000,- untuk pemeriksaan USG 3D dan 4D.

4. Ultasonografi (USG) 5D

Ini adalah teknologi pemeriksaan ginekologi terbaru yang memungkinkan ibu untuk melihat janinnya secara real time. Jenis USG perut ini menunjukkan gambar janin yang berwarna kemerahan atau merah muda, seolah-olah Bunda melihat langsung janin di dalam rahim. Sungguh menarik, bunda. 

Pemeriksaan USG 5D mengandalkan perangkat lunak untuk menciptakan gambar janin yang lebih baik. Ultrasonografi ini menunjukkan hasil yang lebih jelas, termasuk warna kulit karena pencahayaan.

Seperti halnya pemeriksaan USG 3D dan 4D, jangka waktu yang disarankan adalah antara 24 - 32 minggu kehamilan. Biaya untuk pemindaian USG 5D jauh lebih tinggi dan berkisar antara Rp 800.000 hingga Rp 1.500.000. 

Karena ini adalah teknologi baru, hanya ada sedikit rumah sakit yang menawarkan pemindaian USG 5D. Oleh karena itu, Anda harus bertanya terlebih dahulu kepada rumah sakit Anda apakah mereka menawarkan layanan USG 5D.

Baik USG transvaginal maupun abdomen dapat dilakukan sebelum atau selama kehamilan. Keduanya tersedia bagi para ibu yang ingin memantau perkembangan kehamilan mereka dan memeriksa masalah kesehatan tertentu. 

Biasanya ada empat pemeriksaan USG antenatal: satu pada trimester pertama, satu pada trimester kedua, dan dua pada trimester kedua kehamilan.

Setelah ibu hamil mengetahui manfaat dan berbagai jenis pemeriksaan ultrasonografi, Ibu hamil juga dapat melakukan pemeriksaan ultrasonografi sesuai dengan kondisi medis dan kebutuhan mereka. 

Manfaat USG yang paling utama adalah untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan serta mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, jangan lupa untuk menanyakan kepada dokter kandungan Anda kapan sebaiknya USG dilakukan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak