Devya.Id. Kehamilan adalah kabar baik bagi semua pasangan. Namun, lebih baik untuk mengetahui sejak dini bagaimana karakteristik janin akan berkembang. Hal ini karena tidak semua kehamilan berjalan mulus seperti yang diharapkan.
Selain itu, janin yang tidak berkembang dengan baik tentu saja akan membuat kehamilan menjadi tidak mungkin untuk di pertahankan. Jadi apa saja ciri-ciri janin yang tidak berkembang? Cari tahu selengkapnya dalam artikel berikut ini.
#Ciri-Ciri Janin Dalam Kandungan Tidak Berkembang
Jika janin tidak berkembang, beberapa wanita hamil mungkin tidak mengalami gejala yang signifikan. Namun, dua kondisi berikut ini sebenarnya dapat digunakan untuk menggambarkan ciri-ciri janin yang tidak berkembang, yaitu:
1. Perut ibu tidak membesar
Salah satu ciri janin tidak berkembang adalah perut ibu hamil tidak membesar sesuai dengan perkiraan usia kehamilan. Biasanya, selama kehamilan yang sehat, perut ibu akan membesar seiring dengan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, jika perut ibu tidak mengembang sesuai dengan usia kehamilannya dalam hitungan bulan, janin mungkin kurang berkembang dan harus diperhatikan.
2. Penurunan berat badan ibu
Ciri-ciri janin kurang berkembang selanjutnya yang dapat dicurigai pada ibu hamil yang mengalami penurunan berat badan yang tidak wajar.
Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya nutrisi dan oksigen yang sangat penting untuk pertumbuhan janin. Akibatnya, ibu hamil dapat mengalami penurunan berat badan, yang mungkin merupakan tanda bahwa janin mengalami hambatan pertumbuhan.
Baca Juga : Perkembangan Janin Usia 1 Bulan dan Kebutuhan Nutrisinya
#Diagnosis Menentukan Ciri-Ciri Janin Tidak Berkembang
Seringkali ibu hamil tidak dapat dengan mudah mengenali tanda-tanda janin yang tidak berkembang tanpa bantuan medis yang tepat. Terdapat beberpa diagnosis untuk memastikan ciri-ciri janin tidak berkembang, yang meliputi:
1. Melalui Pemeriksaan USG
Salah satu metode diagnostik yang paling umum untuk memastikan ciri-ciri janin yang tidak berkembang adalah pemeriksaan ultrasonografi atau di kenal USG. Pemeriksaan ultrasonografi biasanya dilakukan untuk menentukan usia kehamilan secara akurat dalam hitungan bulan, yang juga merupakan dasar untuk mendiagnosis janin yang tidak berkembang.
Selama pemeriksaan USG, dokter menggunakan mesin USG yang mengirimkan gelombang suara ke dalam perut wanita hamil. Gelombang suara ini menciptakan gambar janin, sehingga dokter dapat menentukan ukuran dan berat janin di dalam rahim.
Selain itu, USG juga dapat memeriksa aliran darah dari plasenta melalui tali pusar dan pembuluh darah dengan menggunakan metode yang disebut Doppler Flow. Jika hasil Doppler Flow menunjukkan sirkulasi darah yang buruk, dapat mengindikasikan bahwa janin tidak berkembang.
2. Pemantauan janin
Diagnosis untuk memastikan ciri-ciri janin yang tidak berkembang juga dapat dilakukan dengan pemantauan janin. Pada metode ini, dokter menempelkan alat pemantau pada perut ibu hamil dan merekam detak jantung janin selama kurang lebih 30 menit.
Hasil dari pemantauan ini memungkinkan dokter untuk melihat apakah ada tanda-tanda bahwa janin tumbuh dengan tidak semestinya. Hasil pemantauan janin ini kemudian dapat digunakan oleh dokter untuk menentukan apakah janin berkembang secara normal atau tidak.
Untuk memastikan bahwa janin berkembang secara normal, disarankan agar ibu memahami tahapan perkembangan janin dari minggu ke minggu sebelum melakukan konsultasi dengan dokter. Berikut ini adalah panduan perkembangan janin dari trimester pertama hingga trimester ketiga yang perlu Anda ketahui, silahkan baca : Tahap Perkembangan Janin dari Trisemester 1 s/d Trisemester 3.
#Penyebab Janin Tidak Berkembang
Pada dasarnya, ada banyak penyebab stunting pada janin. Namun, penyebab paling umum dari janin yang tidak berkembang adalah:
- Kelainan kromosom.
- Ibu hamil menderita infeksi atau penyakit tertentu, seperti tuberkulosis.
- Plasenta tidak bekerja secara optimal.
- Faktor genetik.
- Penyakit autoimun.
- Efek samping obat-obatan tertentu.
- Kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol.
- Kelainan pada rahim.
- Faktor hormonal.
- Kekurangan nutrisi selama kehamilan.
Ingatlah bahwa banyak penyebab janin tidak berkembang yang sebenarnya dapat dicegah dengan beberapa hal, seperti konsultasi rutin dengan dokter kandungan, pola makan yang sehat, menghindari zat-zat berbahaya, dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Oleh karena itu, jika Anda memiliki kekhawatiran selama kehamilan, sangat disarankan agar Anda segera menghubungi dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
#Nutrisi Pendukung Perkembangan Janin Yang Optimal
Seperti yang telah disebutkan di atas, nutrisi yang cukup dan seimbang adalah kunci untuk mendukung perkembangan janin. Nutrisi yang mendukung perkembangan janin yang optimal meliputi:
1. Protein
Protein merupakan nutrisi yang sangat penting untuk pembentukan jaringan dan organ tubuh bayi, termasuk otak. Protein juga berperan dalam pertumbuhan jaringan payudara dan rahim selama kehamilan. Bahkan, PROTEIN juga meningkatkan aliran darah ke bayi sehingga bayi dapat tumbuh dengan optimal.
Ingatlah bahwa kebutuhan PROTEIN seorang ibu hamil akan meningkat pada setiap trimester kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi susu, ikan salmon, daging tanpa lemak, unggas, dan kacang-kacangan untuk memenuhi asupan PROTEIN harian.
Saat memilih susu formula untuk ibu hamil, pilihlah Susu ibu hamil yang mengandung PROTEIN tinggi.
2. Asam folat
Asam folat berperan penting dalam mendukung pertumbuhan janin yang optimal serta mengurangi risiko kelainan pada saluran tuba. Kelainan ini diketahui dapat memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang bayi, termasuk spina bifida dan anencephaly.
Dalam hal ini, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan agar ibu hamil memenuhi asupan asam folat sebanyak 600-800 mikrogram. Wanita hamil dapat memperoleh asam folat dari berbagai makanan, termasuk hati, kacang-kacangan, telur, dan sayuran berwarna hijau tua.
3. Zat besi
Zat besi bekerja dengan natrium, kalium, dan air dalam tubuh untuk meningkatkan aliran darah. Selain itu, proses ini membantu memastikan pasokan oksigen yang cukup sehingga bayi dapat terus tumbuh secara optimal.
Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk memenuhi asupan zat besi sekitar 27 mg per hari. Selain itu, ibu hamil juga disarankan untuk mengonsumsi vitamin C yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh.
Sumber zat besi yang cocok untuk ibu hamil antara lain sayuran, jeruk, telur, dan daging merah.
4. Kalsium
Ibu hamil membutuhkan sekitar 1.200 mg kalsium per harinya untuk mengatur detak jantung, pembentukan saraf, tulang, dan otot janin. Kalsium dapat diperoleh dari makanan seperti yoghurt dan keju.
5. Vitamin C
Untuk mencegah janin tidak berkemabang, Ibu hamil juga membutuhkan 85 mg/hari vitamin C guna membantu pembentukan tulang janin. Sumber makanan yang kaya akan vitamin C contohnya antara lain jeruk, brokoli, dan juga strowberi.
6. Yodium
Yodium berperan penting untuk janin dalam pembentukan otak dan sistem saraf. Ibu hamil membutuhkan 220 mcg yodium / hari, dan dapat diperoleh dari garam dapur.
⸺
Menjaga asupan nutrisi selama kehamilan penting untuk pertumbuhan janin yang optimal. Mengingat setiap ibu hamil memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, konsultasi dengan dokter kandungan dan kebidanan sangat dianjurkan untuk menentukan jumlah yang tepat.
Selain itu, gaya hidup sehat dan pola makan yang bergizi harus dijaga untuk melindungi kesehatan ibu dan janin.
