Devya.Id. Kehamiln merupakan sesuatu yang membahagiakan bagi para wanita, tetapi terkadang juga memberikan ketekutan tersendiri terkait bagaimana menjaga kehamilannya supaya tetap aman higga proses melahirkan.
Beberapa pasangan masih mempertanyakan apakah boleh melakukan hubungan seksual di awal kehamilan. Memang, banyak orang yang percaya bahwa berhubungan seks di awal kehamilan dapat membahayakan kesehatan janin. Namun, apakah benar melakukan hubungan seks di awal kehamilan berbahaya bagi kehamilannya? Simak pembahasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.
#Amankah Berhubungan Intim Saat Hamil Muda?
Awal kehamilan adalah masa ketika usia kehamilan baru mencapai 1-14 minggu. Selama kehamilan ibu normal, sebenarnya aman untuk melakukan hubungan seks pada masa ini. Hal ini dikarenakan bayi dilindungi oleh cairan ketuban di dalam rahim dan otot-otot rahim. Oleh karena itu, sperma yang dikeluarkan saat berhubungan seks atau dimasukkan tidak akan membahayakan janin.
Mengenai frekuensi hubungan intim ini, Cleveland Clinic menyatakan bahwa Suami dan Istri dapat melakukannya sesering yang mereka inginkan. Namun, sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering karena dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.
#Apakah Hubungan Intim Dapat Menyebabkan Keguguran?
Hubungan seksual tidak selalu menyebabkan keguguran. Menurut National Library of Medicine, hal ini dikarenakan sebagian besar keguguran tidak disebabkan oleh hubungan seksual, tetapi oleh kelainan kromosom pada janin sebelum implantasi.
Infeksi, penggunaan obat-obatan tertentu, merokok dan minum alkohol juga meningkatkan kemungkinan keguguran. Oleh karena itu, jika Suami dan Istri dalam keadaan sehat dan ingin melakukan hubungan seksual saat hamil Muda, hubungan seksual tetap aman dilakukan.
#Manfaat Hubungan Seksual Saat Hamil Muda
Berhubungan seksual di awal kehamilan memiliki banyak manfaat bagi suami dan istri. Berikut adalah beberapa manfaat tersebut:
- Meningkatan kualitas orgasme
Kehamilan meningkatkan aliran darah ke vagina, membuatnya lebih sensitif. Selain itu, hormon progesteron, estrogen dan oksitosin meningkat, membuat Anda lebih bergairah untuk melakukan hubungan seksual. Hal ini juga meningkatkan kualitas orgasme. - Meningkatkan kekebalan tubuh
Menurut Cleveland Clinic, seks juga memiliki beberapa manfaat fisik, termasuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, yang penting selama kehamilan. Penelitian juga menunjukkan bahwa sering melakukan hubungan seks berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung. - Meningkatkan sirkulasi darah
Kehamilan menggandakan aliran darah untuk memastikan pertumbuhan janin, tetapi sirkulasi darah yang buruk dapat menghambat pertumbuhan janin. Seks dapat meningkatkan sirkulasi darah ini dan meningkatkan suplai nutrisi dan oksigen ke janin. - Meningkatkan kesehatan mental
Hubungan intim dapat meningkatkan kesehatan mental dalam jangka panjang. Hubungan seks yang memuaskan juga dapat meningkatkan suasana hati dan kualitas hidup secara keseluruhan.
#Posisi Hubungan Intim Yang Baik Selama Kehamilan Muda
Hubungan seksual selama kehamilan Muda membutuhkan penggunaan posisi yang benar-benar aman. Berikut ini beberapa posisi yang bisa dilakukan:
- Wanita berada di atas (Women On Top). Ketika ibu berada di atas, tidak ada kemungkinan perutnya terdorong atau tertindih.
- Menyamping (Side By Side). Posisi ini memungkinkan ibu dan Suami berbaring dan saling menatap satu sama lain. Insersi tidak terlalu dalam, sehingga tidak ada risiko janin terganggu.
- Spooning. Pada posisi ini, ibu berbaring miring dan Suami berbaring menghadap punggung ibu. Pada posisi ini juga, insersi tidak terlalu dalam, sehingga tidak berisiko mengganggu janin.
#Dampak Negatif Hubungan Seksual Dengan Cara Yang Salah Saat Hamil Muda?
Hubungan seksual dianggap aman jika ibu dan janin dalam keadaan sehat dan tidak ada masalah kesehatan. Namun, penting juga untuk memahami kemungkinan bahaya hubungan seksual selama kehamilan.
- Risiko penularan PMS. Wanita hamil muda berisiko mengalami perdarahan selama hubungan seksual, terutama hubungan seksual melalui anus. Perdarahan dapat menimbulkan trauma pada plasenta dan menyebabkan perdarahan hebat, yang berbahaya bagi ibu dan janin.
- Keselamatan janin terancam. Keselamatan ibu dan janin dapat terancam jika hubungan seks dilakukan secara tidak tepat. Saat melakukan seks oral, harus diperhatikan agar pasangan tidak bernapas ke dalam vagina untuk mencegah emboli udara. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan berakibat fatal bagi ibu dan janin.
- Risiko keguguran dan cacat lahir. Ibu atau pasangan yang memiliki riwayat herpes genital disarankan untuk menghindari hubungan seksual, karena hal ini dapat meningkatkan risiko cacat lahir dan keguguran. Pada kasus yang jarang terjadi, infeksi herpes dapat menularkan virus ke janin melalui plasenta dan menyebabkan kematian janin. Bayi yang baru lahir juga dapat terinfeksi herpes dan mengalami kecacatan.
#Apakah Perdarahan Setelah Hubungan Intim berbahaya?
Sejumlah kecil perdarahan, seperti flek atau perdarahan, dapat terjadi setelah hubungan seksual, tetapi biasanya tidak berbahaya bagi ibu. Namun, jika perdarahan yang terjadi cukup banyak sehingga membutuhkan pembalut dan berlangsung selama beberapa hari atau terasa sakit, segera hubungi tenaga kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hubungan seksual pada awal kehamilan aman dan bermanfaat bagi pasangan suami itri. Namun, penting juga untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau bidan untuk memastikan bahwa tindakan ini tidak membahayakan ibu atau janin.
Selain melakukan hubungan seks, ibu hamil juga harus memperhatikan nutrisi yang tepat. Nutrisi yang cukup memastikan ibu sehat dan janin dalam kandungan berkembang dengan baik.
Referensi:
https://www.prenagen.com/id/berhubungan-intim-saat-hamil-muda
