Stunting Pada Ibu Hamil : Faktor Penyebab & Pencegahan

Stunting adalah kondisi kekurangan gizi pada anak di mana tinggi badan, berat badan, dan pertumbuhannya tidak sama dengan anak seusianya. Penyebab stunting sangat banyak dan beragam, salah satunya adalah karena tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi saat masih dalam kandungan. 

Jadi, mari kita mulai dengan mengidentifikasi apa yang menyebabkan stunting pada ibu hamil dan apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya selama kehamilan.

#Penyebab Stunting Pada Ibu Hamil

Berikut adalah beberapa penyebab terjadinya stunting pada anak sejak dalam kandungan

1. Karena Faktor Kehamilan

Penyebab umum stunting pada anak adalah malnutrisi dan infeksi yang sering terjadi. Malnutrisi disebabkan oleh kurangnya protein dan nutrisi lain yang dikonsumsi oleh ibu dan bayi. Stunting disebabkan oleh infeksi berulang. 

2. Kekurangan protein

Protein adalah salah satu nutrisi yang berperan penting selama kehamilan. Tidak hanya membantu dalam pembentukan organ tubuh bayi, tetapi juga meningkatkan kekebalan dan massa otot bayi. Jika PROTEIN tidak terpenuhi selama kehamilan, janin tidak tumbuh optimal di dalam kandungan dan meningkatkan risiko stunting dan gangguan kognitif pada anak.

Untuk memenuhi kebutuhan protein harian selama kehamilan, Bunda harus mengonsumsi makanan seperti telur, hati ayam dan daging ikan, serta ASI ibu hamil yang tinggi protein. Makanan kaya protein ini dapat terus diberikan kepada bayi sebagai makanan pendamping ASI sejak usia enam bulan.

3. Asupan makanan yang tidak memadai

Asupan nutrisi ibu hamil sangatlah penting. Jika ibu hamil hanya mengonsumsi sedikit makanan bergizi, terutama yang mengandung vitamin (termasuk asam folat), anak mereka lebih mungkin mengalami stunting dibandingkan ibu yang memenuhi asupan nutrisinya.

Menurut sebuah penelitian oleh National Library of Medicine, ibu yang memastikan asupan vitamin dan asam folat yang cukup pada enam bulan pertama kehamilan dapat mengurangi risiko anak stunting sebesar 14 persen dibandingkan dengan yang tidak.

Selain mendapatkan nutrisi tersebut, risiko stunting juga dapat diminimalisir dengan memastikan kecukupan asupan nutrisi kehamilan dari makanan dan susu selama kehamilan. Ibu yang rutin mengonsumsi susu ibu hamil selama kehamilan janinnya cenderung tumbuh dengan baik dan lahir dengan berat badan yang sesuai dibandingkan dengan ibu yang sedikit atau tidak mengonsumsi susu ibu hamil selama kehamilan.

4. Riwayat anemia 

Riwayat anemia selama kehamilan yang tidak diimbangi dengan asupan nutrisi yang cukup dapat meningkatkan risiko stunting pada anak. Anemia yang umum terjadi adalah anemia defisiensi besi. Penyakit ini disebabkan oleh peningkatan kebutuhan zat besi selama kehamilan yang tidak diimbangi dengan asupan makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau, daging merah, dan susu.

Anemia defisiensi besi yang berhubungan dengan malnutrisi pada ibu hamil dapat menyebabkan perkembangan janin terhambat dan berat badan lahir yang lebih rendah dari normal. Anemia juga meningkatkan risiko kelahiran prematur. Para ibu dapat memeriksakan kesehatan dan kehamilannya secara teratur ke dokter untuk mengetahui apakah mereka memiliki riwayat kondisi ini.

5. Infeksi selama kehamilan

Stunting juga dapat disebabkan oleh infeksi yang dialami ibu selama kehamilan. Hal ini karena infeksi yang sering terjadi selama kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan bayi selama dua tahun pertama kehidupannya. Jika ibu mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit selama kehamilan, hal ini dapat mengganggu pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Jika infeksi berulang, ibu dapat mengalami persalinan prematur. Bayi akan lahir dengan berat badan lahir yang lebih rendah daripada bayi lainnya. Bayi yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah cenderung lebih sering sakit, yang dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat dan akhirnya stunting.

#Faktor Risiko Stunting Pada Ibu Hamil 

Selain mengidentifikasi penyebab umum yang sering memicu stunting pada ibu hamil, faktor risiko berikut ini juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting, diantaranya:

  • Tinggal di lingkungan yang kekurangan air bersih dan pembuangan serta pengolahan tinja yang tidak memadai.
  • Memiliki penyakit yang memengaruhi penyerapan nutrisi tubuh.
  • Tidak mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan. 
  • Kehamilan remaja (di bawah 20 tahun).
  • Ibu dengan hipertensi.
  • Gangguan mental selama kehamilan.

#Pencegahan Stunting Pada Ibu Hamil

Ibu hamil mesti waspada terhadap stunting pada ibu hamil, namun tidak perlu khawatir karena stunting dapat dicegah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi berikut ini selama masa kehamilan anda.

1. Protein 

Asupan protein selama kehamilan memiliki banyak manfaat bagi Bunda. Baik untuk kesehatan janin maupun untuk kesehatan Anda sendiri. Misalnya, memiliki manfaat seperti mendukung pembentukan darah dan air ketuban; membentuk antibodi ibu dan janin; menjaga kesehatan tulang ibu dan janin; membangun jaringan tubuh seperti otot janin, mata, jantung, plasenta, otak, hati, dan kulit. Protein juga dapat membantu mencegah bayi bertubuh kecil atau stunting.

Selama kehamilan, kebutuhan PROTEIN harian meningkat dibandingkan sebelum hamil. Pada umumnya, seseorang membutuhkan 50 gram PROTEIN per hari. Ibu hamil membutuhkan 59 gram PROTEIN per hari.

Kebutuhan ibu dapat dipenuhi dengan sumber protein dari makanan atau susu khusus ibu hamil. Contoh sumber protein yang dianjurkan untuk ibu hamil adalah daging ayam, daging sapi, ikan, dan putih telur.

Susu juga merupakan salah satu sumber PROTEIN. Kualitas PROTEIN pada susu bahkan lebih tinggi dari kualitas PROTEIN pada telur dan daging. Susu memiliki nilai DIAAS yang lebih tinggi daripada telur dan daging, yang berarti asam amino dalam PROTEIN susu lebih lengkap dan lebih mudah dicerna dibandingkan dengan PROTEIN telur dan daging.

Tidak hanya itu, Bunda bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan rutin minum susu dua gelas sehari. Selain minum susu, produk olahan susu seperti keju dan yoghurt juga merupakan alternatif sumber protein hewani yang baik untuk ibu hamil untuk mencegah stunting.

2. Kalsium

Kalsium merupakan salah satu nutrisi yang berperan penting dalam pertumbuhan dan kesehatan tulang janin. Perlu diingat bahwa kesehatan tulang di masa dewasa dan usia tua dapat ditentukan oleh kondisi pertumbuhan tulang sejak bayi hingga remaja.

Kekurangan kalsium dan vitamin D selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya rakhitis pada anak. Rakhitis adalah penyakit yang menyebabkan tulang menjadi lunak dan lemah, yang dapat menyebabkan pembengkokan pada kaki dan pertumbuhan terhambat.

Wanita hamil membutuhkan sekitar 1000 mg kalsium per hari. Untuk mencegah kekurangan kalsium selama kehamilan, ibu dapat mengkonsumsi berbagai makanan seperti bayam, brokoli, pak choi, sarden dan keju. Selain itu, karena kalsium paling banyak diperoleh dari susu, ibu hamil harus minum susu khusus.

3. Asam folat 

Asam folat adalah anggota keluarga vitamin B dan penting bagi wanita hamil. Asam folat selama kehamilan membantu mengurangi risiko cacat lahir, termasuk pencegahan cacat tabung saraf, yang memengaruhi kesehatan otak dan sumsum tulang belakang janin.

Ibu membutuhkan 600-800 mcg asam folat per hari, yang dapat dipenuhi dengan mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, pepaya, pisang, telur, jeruk, mangga, tomat, stroberi, sayuran hijau dan kuning, serta hati sapi.

4. Zat besi.

Penyebab umum stunting pada ibu hamil adalah riwayat anemia selama kehamilan. Namun, anemia dapat dicegah dengan memenuhi kebutuhan zat besi ibu hamil. Zat besi membantu meningkatkan volume darah dalam tubuh. Ibu membutuhkan 27 gram zat besi per hari dan ini harus dipenuhi.

Makanan seperti bayam, sayuran hijau, lobak, selada, kubis, oatmeal, makanan laut, roti, dan daging sapi dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi. Selain itu, suplemen zat besi tambahan biasanya disediakan, yang harus diminum setiap hari sesuai dengan petunjuk dokter.

5. Energi

Wanita hamil harus memenuhi kebutuhan energi minimum setiap hari. Jika energi tidak terpenuhi, perkembangan janin akan terhambat. Energi sendiri berasal dari nutrisi seperti karbohidrat, protein dan lemak serta nutrisi lain yang terdiri dari vitamin dan mineral. Satuan yang digunakan untuk menghitung energi disebut kalori.

Untuk memenuhi kebutuhan energi minimum harian, Bunda harus memperhatikan informasi kalori dan nutrisi pada makanan dan minuman. Kebutuhan energi ibu hamil berbeda-beda pada setiap trimester kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan, kebutuhan energinya adalah 2.080 kkal. Kebutuhan energi kemudian meningkat menjadi 2.200 kkal pada trimester kedua dan ketiga.

6. Vitamin 

Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang harus dipenuhi selama kehamilan untuk melindungi kesehatan ibu dan janin. Ada banyak jenis vitamin yang berbeda, tetapi vitamin yang harus dikonsumsi selama kehamilan meliputi vitamin A, B6, B12, C dan D.

  • Vitamin A : Membantu menjaga kesehatan mata dan kulit.
  • Vitamin B6 : Membantu pembentukan sel darah merah dan mengoptimalkan efek protein, karbohidrat, dan lemak.
  • Vitamin B12 : Berkontribusi pada pembentukan sel darah merah dan kesehatan sistem saraf.
  • Vitamin C : Memproduksi kolagen dan menjaga kesehatan tulang, gigi, dan gusi.
  • Vitamin D : Membantu penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Kekurangan nutrisi selama kehamilan, jika tidak segera ditangani, dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan kurang dan pertumbuhan yang terhambat.

Cara termudah untuk mencegah stunting pada bayi adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi dan susu kehamilan selama kehamilan. Ini karena satu gelas susu mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil untuk mencegah bayinya mengalami stunting. 

Referensi

  • UPTD Puskesmas Purwodadi I. Penyebab stunting pada ibu hamil
    https://puskpurwodadi1.dinkes.grobogan.go.id/artikel/detail/31102022_635f2a912b12e
  • Penuhi nutrisi untuk cegah stunting untuk ibu hamil
    https://www.prenagen.com/id/masa-kehamilan/gejala-solusi?page=2

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak