makalah Zakat

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Zakat sebagai salah satu rukun islam memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Di satu pihak zakat merupakan bentuk pelaksanaan interaksi manusia sebagai mahluk social. Di pihak lain, zakat mendorong dinamika manusia untuk berusaha mendapat harta benda sehingga dapat menunaikan kewajiban ber zakat, zakat sebagai bukti pelaksnaan rukun islam yang ketiga. Di Indonesia masalah zakat diatur dalam ketentuan undang-undang RI No. 38 tahun 1999 tentang pengelolaan zakat. Untuk melaksanakan undang-undang tersebut di keluarkan Keputusan Mentri Agama RI No. 581 tahun 1999 yang mulai berlaku pada tanggal 13 Oktober 1999. Di dalam Al-quran surah at-Taubah ayat 60 menjelaskan bahwa yang berhak menerima zakat ( mustahiq ) ada delapan golongan yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, hamba, garim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Konsep islam menyadarkan kepada manusia bahwa apapun kekayaan yang dimiliki manusia pada dasarnya merupakan harta titipan Allah swt, yang didalamnya terdapat hak orang lain, zakat merupakan kewajiban menurut syariat islam. Artinya harta benda yang dimiliki seseorang wajib dilakukan zakatnya apabila telah memenuhi standar wajib zakat ( ketentuan zakat ), zakat bertujuan membersihkan jiwa dari sifat rakus dan kikir. Bagaimana ketentuan islam tentang zakat ? berikut ini akan di bahas mengenai ketentuan islam tentang zakat dan hikmahnya; cara pelaksanaan zakat sesuai ketentuan perundang-undangan. BAB II Z A K A T A. Ktentuan Islam Tentang Zakat Zakat merupakan suatu bentuk amaliyah, yaitu bentuk ibadah yang dilakukan melalui pengeluaran atau pemanfaatan harta benda yang di miliki seseorang. Zakat mempunyai kedudukan sebagai salah satu rukun islam atau sendi-sendi islam selain syahadat, sholawat, puasa dan haji. Kata zakat banyak di sebut dalam Al-quran dan pada umumnya dirangkaikan dengan kata shalat dan satu ayat. Perintah Allah swt mengenai kewajiban menunaikan zakat bagi umat islam terdapat dalam firman Allah swt. Artinya.” Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang yang ruku.” ( QS. Al-Baqoroh / 2 : 43 ). 1. Ketentuan Zakat Menurut Islam Beberapa hal yang perlu diketahui mengenai ketentuan zakat adalah pengertian zakat, syarat zakat dan macam-macam zakat. a. Pengertian Zakat Zakat memiliki dua pengertian, yaitu pengertian dari bahasa dan segi istilah fiqih. Zakat dari segi bahasa adalah merupakan kata dasar dari ZAKA yang artinya berarti tumbuh, bersih, berkembang, berhak, baik, dan bertambah. Tentunya bagi yang mengeluarkan zakat. Zakat dari segi istilah fiqih adalah sebutan atau nama bagi sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah swt untuk di berikan kepada orang yang berhak menerima zakat. b. Syarat Zakat Syarat harta yang wajib untuk di zakati adalah sebagai berikut : 1. Dimiliki secara penuh 2. Berkembang 3. Cukup senisob 4. Melebihi kebutuhan biasa ( rutin ) 5. Bebas dari hutang 6. Berlaku satu tahun ( haul ) c. Macam-macam Zakat 1 ). Zakat Mal ( harta ) Berikut ini yang termasuk zakat mal adalah : a. Zakat emas dan perak Ketentuan zakat emas dan perak adalah sebagai berikut : ( 1 ). Nisob emas dan mata uang emas sebanyak 20 misqal ( 85 gram ) zakatnya 2,5 % ( 1 misqal = 4,25 gram ) ( 2 ). Nisob perak dan mata uang perak adalah 200 dirham ( 595 gram ) zakatnya 2,5 % ( 1 dirham = 3,975 gram ). b. Zakat binatang ternak ( an’am ) Tabel : 1. Unta Nisob Zakat Yang Harus Dibayar Umur 5 - 9 1 Ekor Kambing 2 Tahun lebih 10 - 14 2 Ekor Kambing 2 Tahun lebih 15 - 19 3 Ekor Kambing 2 Tahun lebih 20 - 24 4 Ekor Kambing 2 Tahun lebih 25 - 35 1 Ekor Unta 1 Tahun lebih 36 - 45 1 Ekor Unta 2 Tahun lebih 46 - 60 1 Ekor Unta 3 Tahun lebih 61 - 75 1 Ekor Unta 4 Tahun lebih 76 - 90 2 Ekor Unta 2 Tahun lebih 91 - 120 2 Ekor Unta 3 Tahun lebih 121 3 Ekor Unta 2 Tahun lebih Tabel : 2. Sapid an Kerbau Nisob Zakat Yang Harus Dibayar Umur 30 - 39 1 Ekor Sapi / Kerbau 1 Tahun lebih 40 - 59 1 Ekor Sapi / Kerbau 2 Tahun lebih 60 - 69 2 Ekor Sapi / Kerbau 1 Tahun lebih 70 2 Ekor Sapi / Kerbau 2 Tahun lebih Tabel : 3. Kambing Nisob Zakat Yang Harus Dibayar Umur 40 - 120 I Ekor Kambing Betina 2 Tahun lebih 121 - 200 2 Ekor Kambing Betina 2 Tahun lebih 201 - 300 3 Ekor Kambing Betina 2 Tahun lebih c. Zakat hasil tanaman dan buah-buahan Nisob zakat hasil tanaman dan buah-buahan yaitu : ( 1 ). Jika tanaman dari air hujan zakatnya 10 % dari hasil panen. ( 2 ). Jika tanaman dari biaya air irigasi zakatnya 5 % dari hasil panen d. Zakat harta terpendam ( zakat rikaz ) Zakat rizka tidak di syaratkan harus dimiliki satu tahun, wajib mengeluarkan zakat sebesar seperlima ( 20 % ) e. Zakat hasil tambang ( zakat ma’din ) Benda-benda hasil temuan di wajibkan zakatnya seperlima ( 20 % ) bagian. f. Zakat harta profesi Nisob zakat profesi sama dengan nisob uang dan kadar zakatnya 2,5 %. Profesi sperti : Dokter, Insinyur, atau pengacara. g. Zakat investasi Hasil investasi seperti sewa gedung, pabrik, taksi dan bus wajib di keluarkan zakat. Selama satu tahun di pungut zakatnya sebesar 2,5 %, nisob zakat investasi sama dengan nisob uang yakni 85 gram emas. 2 ). Zakat Fitrah Zakat fitrah adalah zakat yang di wajibkan pada akhir puasa Ramadhan bagi setiap muslim, baik anak kecil maupun orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan. Zakat fitrah bertujuan mensucikan orang yang berpuasa dari ucapan kotor dan perbuatan yang tidak berguna, memberi makan orang-orang miskin dan mencukupi kebutuhan mereka pada hari raya idul fitri. Zakat fitrah dikeluarkan untuk setiap orang / jiwa sebanyak 2,5 Kg atau 3,5 liter atau boleh diganti dengan uang senilai 2,5 Kg beras. 2. Hikmah Zakat Diantara hikmah di syareatkannya zakat bagi umat islam adalah sebagai berikut : a. Melatih seseorang menjadi dermawan sehingga dapat mensyukuri nikmat Allah swt. b. Menciptakan ketenangan dan ketentraman bagi pemberi dan penerima zakat. c. Menghilangkan kedengkian dan iri hati dalam bermasyarakat. d. Menjadi dorongan untuk terus mengembangkan harta benda dari segi sepiritual, ekonomi, dan pisikologi. e. Menciptakan dan memelihara persatuan, persaudaraan sesame umat manusia. f. Membersihkan jiwa manusia dari kotoran, kikir, dan kerakusan. g. Membantu orang-orang dalam kesulitan dan penderitaan h. Menegakkan kemaslahatan umat i. Membatasi pembengkakan kekayaan. B. Ketentuan Perundang-undangan Tentang Zakat Pada tanggal 23 September 1999 pemerintah telah mengeluarkan undang-undang RI No. 38 Tahun 1999 tentang pengelolaan zakat. Untuk melaksanakan tersebut Keputusan Mentri Agama RI No. 581 tahun 1999 yang mulai berlaku pada tanggal 13 Oktober 1999, yang menangani dan mengelola zakat adalah Badan Amil Zakat ( BAZ ) serta Lembaga Amil Zakat ( LAZ ). Pengurus BAZ dan LAZ terdiri atas kelompok ulama, cendekiawan, profesional,tokoh masyarakat serta wakil dari pemerintah. Adapun BAZ dan LAZ yang di usulkan untuk mendapatkan pengukuhan dari pemerintah harus memenuhi persyaratan yaitu sebagai berikut : 1. Berbadan hukum 2. memiliki data muzaki dan mustahik 3. Memiliki program kerja 4. Memiliki pembukuan 5. Melampirkan surat bersedia di audit. Pengurus BAZ harus memiliki kualifikasi sifat amanah, adil, berdedikasi, profesional dan berintegrasi tinggi [ Pasal 6 ayat ( 4 ) jo pasal 2 ayat ( 2 ) ] Keputusan Mentri Agama tentang masa kepengurusan mereka selama 3 tahun Pasal 13 Keputusan Mentri Agama. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Zakat termasuk rukun islam, hukum mengeluarkan zakat adalah fardu a’in bagi setiap muslim / muslimah yang telah mencukupi syarat-syaratnya, orang yang mengaku islam tetapi mengingkari kewajiban zakat dapat dianggap murtad. B. Saran – saran Dengan zakat, kita berupaya membantu fakir miskin untuk sejenak menikmati kebahagiaan, melihat kefakiran lebih dekat kepada kekafiran. DAFTAR ISI DAFTAR ISI ………………………………………………………………………. I BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………. 1 BAB II ZAKAT …………………………………………………………….. 2 A. Ketentuan Islam Tentang Zakat ……………………………... 2 B. Ketentuan Perundang – undangan Tentang Zakat ………… 5 BAB III PENUTUP ………………………………………………………… 7 A. Kesimpulan ……………………………………………………. 7 B. Saran – saran ………………………………………………….. 7 DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………….. 8 DAFTAR PUSTAKA 1. Drajat, Zakiya. Ilmu Fiqih. Yogyakarta : PT Dana Bakti Wakaf 2. Azhar Basyir, Ahmad. 1997. Hukum Zakat. Yogyakarta : Majelis Pustaka PP Muhamadiyah. 3. Abdul Mannan, Muhammad, 1993. Teori dan Praktek Ekonomi Islam. Yogyakarta 4. Isya Ansyur, Ahmad. 1995. Fiqih Islam Praktis. Jakarta. 5. Mursyidi. 2003. Akuntansi Zakat Kontemporer. Bandung : Remaja Rosdakarya 6. Sulaiman. 2004. Fiqih Islam. Bandung : Sinar Baru

Related Posts:

0 Response to "makalah Zakat"

Poskan Komentar